Skip to content
Contoh Bentuk Interaksi Sosial

Contoh Bentuk Interaksi Sosial

Contoh Bentuk Interaksi Sosial – Interaksi sosial sesungguhnya merupakan hubungan timbal balik yang dilakukan antara individu dengan sesama individu, individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok yang lainnya. Adapun contoh bentuk interaksi sosial itu bermacam-macam.

Kamu yang sedang mempelajari pelajaran Sosiologi, tentu saja tak cukup sekedar memahami pengertian interaksi sosial. Kamu juga perlu mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial berikut contohnya yang pastinya akan menunjang pemahamanmu ketika belajar.

Nah, pada kesempatan kali ini, Daftar Sbobet Terpercaya akan sajikan hal tersebut untuk Kamu sekalian.

Contoh Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif adalah wujud interaksi yang menghasilkan dampak atau pengaruh positif dalam kehidupan antar pihak yang melakukan interaksi. Berikut contoh bentuk interaksi sosial asosiatif.

1. Kerjasama

Kerjasama adalah interaksi yang melibatkan usaha bersama untuk mencapai tujuan yang juga sifatnya demi tercapainya kepentingan bersama.

Contohnya adalah gotong royong untuk membersihkan lingkungan, berkoalisi antar kelompok untuk kepentingan yang baik, dan sebagainya.

2. Asimilasi

Asimilasi adalah penggabungan dua atau lebih kebudayaan yang ada di dalam masyarakat sehingga menghasilkan suatu budaya yang sifatnya baru dan menghilangkan kebiasaan lama.

Contohnya dalam budaya masyarakat Tionghoa yang tinggal di Jawa. Bauran keduanya lambat-laun membuat orang Tionghoa meninggalkan beberapa budaya aslinya.

3. Akulturasi

Akulturasi adalah paduan dua atau lebih budaya yang menghasilkan budaya yang sifatnya baru, namun tanpa menghilangkan budaya yang lama.

Misalnya adalah pembauran budaya-budaya bermusik yang dilakukan oleh Weird Genius dalam lagu Lathi, yang menggabungkan musik Barat dengan Nusantara tanpa menghilangkan karakter khas musik kedua budaya tersebut. Sehingga keduanya nampak ada.

Contoh Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Jenis yang kedua adalah interaksi sosial disosiatif. Yakni proses hubungan interaksi yang melahirkan hal-hal yang menjadikan munculnya kondisi tidak harmonis. Sehingga ketertiban di tengah pelaku interaksi menjadi terganggu. Berikut ini contoh bentuk interaksi sosial disosiatif.

1. Persaingan

Persaingan adalah proses antara dua pihak atau lebih yang berlomba untuk melakukan sesuatu untuk mencapai kepentingan. Kepentingan ini sangat beragam. Misalnya kepentingan politik, bisnis, dan sebagainya.

Semuanya seringkali persaingan memunculkan nafsu untuk melakukan hal yang tidak benar. Sehingga antara pihak yang sedang bersaing hubungan menjadi tidak harmonis.

2. Kontravensi

Kontravensi ada suatu proses sosial yang memicu keraguan, penyangkalan, atau penolakan yang sifatnya tidak diungkapkan oleh satu pihak kepada pihak yang lainnya.

Umumnya terjadinya karena perbedaan pendirian, pemahaman, atau mungkin ideologi. Sehingga antar pihak menjadi saling curiga dan berprasangka meski tidak secara terbuka.

3. Pertikaian

Pada dasarnya pertikaian sebagai imbas dari kontravensi. Kondisi dimana berbagai hal yang tidak diungkapkan sudah disampaikan secara terbuka. Sehingga perbedaan pendirian di antara dua atau lebih pihak menjadi kasat mata dan terasa.

Kontravensi berubah menjadi pertikaian ketika perbedaan tersebut tak reda, namun kunjung terus menajam. Sehingga tak bisa saling disembunyikan.

4. Konflik

Konflik adalah level tertinggi dari disosiatif. Yakni suatu keadaan dimana pihak-pihak yang bertikai sudah melakukan aksi-aksi konkret yang menjurus pada ancaman bahkan kekerasan. Pada titik ini sesungguhnya puncak gesekan terjadi.

Ketika konflik terjadi, diperlukan pihak yang mendamaikan dan datang dari luar kedua belah pihak untuk menyelesaikannya. Tentu saja konflik harus dihindari.

Nah, itulah pembahasan mengenai contoh bentuk interaksi sosial yang mudah-mudahan bisa Kamu mengerti. Semoga Kita selalu berusaha menjaga interaksi dengan sesama agar tetap baik dan menciptakan keadaan yang harmonis ya. Tetap semangat belajar ya!